“Memorial ini mengingatkan kita terhadap makam bagi mereka yang tidak terkubur dengan layak atau dilemparkan ke lubang-lubang tak bertanda. Beberapa stelae miring yang tidak rata mengesankan sebuah kuburan tua yang tidak dijaga atau bahkan telah dimusnahkan.”

Penyanyi kontroversial dan sosialita, Syahrini tengah menuai kecaman dari netizen tanah air karena mengunggah foto selfie cetar di Berlin. Syahrini dituding kurang sensitif, tidak mengerti kepantasan, bahkan tidak berpendidikan gara-gara berpose cetar di atas salah satu lempeng batu yang menjadi bagian dari monumen bersejarah itu.

The Memorial to the Murdered Jews of Europe (Denkmal fur die ermordeten Juden Europas) atau biasa disebut Holocaust Memorial merupakan sebuah monumen yang memiliki nilai penting bagi sebagian besar warga Jerman, tak peduli mereka memiliki darah Yahudi atau tidak. Pembangunannya ditujukan untuk memperingati pemusnahan massal yang dilakukan oleh Nazi terhadap kaum Yahudi.

Situs pengenang holocaust Nazi ini dirancang oleh duo arsitek dan insinyur, Peter Eisenman dan Buro Happold. Terdiri dari 2711 lempeng beton berbentuk balok yang berderet di area seluas 19000 meter persegi. Lempeng-lempeng batu ini disebut stelae.

Holocaust Memorial diresmikan pada tanggal 10 Mei 2005, enam puluh tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II. Situs ini dibangun di atas lokasi Tembok Berlin pernah berdiri, berfungsi sebagai titik fokus yang menghubungkan menumen-monumen holocaust lain di seluruh penjuru Berlin. Berlin juga punya monumen untuk memperingati pembantaian Nazi terhadap kaum homoseksual, imigran Italia, dan kelompok masyarakat lainnya.

Desain Holocaust Memorial mengingatkan banyak orang terhadap makam, meskipun stelae-stelae di sana bukanlah batu nisan. Menurut Wolfgang Thierse, presiden parlemen Jerman Holocaust Memorial adalah tempat di mana orang dapat menghayati arti kesepian, ketidakberdayaan, dan keputusasaan. Stelae yang berbentuk balok raksasa dan berderet memanjang memang kerap menimbulkan perasaan aneh bagi para pengunjung. Berjalan di antara stelae membuat mereka serasa terisolasi dari bisingnya jalanan dan pemandangan sekitar. Tak sedikit pengunjung yang tersesat saat menelusuri deretan stelae.

Pemerintah Jerman sendiri telah mengerahkan upaya ekstra untuk melindungi situs ini. Selain memasang CCTV, mereka juga melapisi setiap stelae dengan sejenis pernis yang membuat cat dan pilox tak bisa menempel di permukaannya.

Di tahun 2014, pemerintah Jerman berjanji untuk memperketat keamanan di sekitar Holocaust Memorial menyusul beredarnya video seorang pria yang mengencingi salah satu stelae dan sejumlah anak muda menyalakan kembang api di sana pada tahun baru.

Tentu saja tak semua warga Jerman menganggap situs ini sebagai tempat yang sakral. Tak sedikit pula remaja yang menggunakannya sebagai tempat untuk pacaran, selfie, atau sekadar duduk-duduk. Bahkan pernah jadi tempat mencari Pikachu saat demam Pokemon Go! tengah melanda dunia. Tetapi bagi sebagian orang lagi, Holocaust Memorial adalah satu-satunya tempat di mana mereka bisa menziarahi anggota keluarga atau leluhur yang tak mereka ketahui lagi rimbanya.

“Ini adalah ruang memorial bagi enam juta Yahudi yang dibantai dan jelas tidak sesuai untuk permainan seperti ini,” tutur Sarah Friedrich, juru bicara yayasan Memorial to the Murdered Jews of Europe.

Tahun lalu Shahak Shapira, seorang penulis berdarah Jerman-Israel meluncurkan situs Yolocaust yang menampilkan foto-foto para pecinta selfie di Memorial Holocaust, diedit bersama foto lawas para penghuni kamp konsentrasi Nazi. Tujuannya adalah menyindir mereka yang memperlakukan Holocaust Memorial dengan sedikit sekali rasa hormat. Aksi Shahak ini mendapat dukungan dari banyak orang.

Ketika seorang Syahrini berfoto bak model di atas stelae dan menyebut Holocaust Memorial sebagai ‘tempat Hitler bunuh-bunuhan’, apakah Inces telah mengecilkan pentingnya situs tersebut bagi sejarah kelam Perang Dunia? Ataukah kecaman netizen hanya sebuah tindakan berlebihan semata? Semuanya kembali pada penilaian masing-masing pihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *